Cara Mudah Merawat Ban Di Tengah Kondisi PSBB

8 Cara Menghilangkan Jamur Kaca Mobil Tanpa ke Bengkel
October 14, 2020
Cari Mobil Bekas, Ini Tips Periksa Kondisi Mesin buat Pemula
October 14, 2020

Rajatransit, rental mobil Balikpapan – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 10 Oktober mendatang, dan membuat banyak masyarakat yang harus memarkirkan mobilnya di garasi dalam waktu cukup lama. Meski mobil terparkir begitu saja, mobil harus diperhatikan kondisinya agar tetap prima dan tidak mengalami masalah ketika hendak digunakan.

Pemilik mobil bisa melakukan perawatan ringan, khususnya kondisi ban, di rumah untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. Michelin membagikan beberapa tips untuk memastikan ban mobil selalu dalam keadaan prima selama PSBB dan siap untuk melaju kembali saat diperlukan. Berikut tips-tips merawat ban dari Michelin Indonesia:

1. Pantau Tekanan Angin Ban

Customer Engineering Support Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi Ban, mengatakan tekanan angin merupakan faktor penting untuk menjaga agar kondisi ban tetap prima. “Kurang mengisi angin atau mengisi secara berlebih, dapat mengakibatkan ban aus lebih cepat, mengurangi cengkraman, dan menjadikan lebih boros bahan bakar,” kata Fachrul Rozi.

Untungnya, hanya perlu beberapa menit dalam sebulan untuk membantu memastikan keamanan ban. Rozi menyarankan untuk secara rutin memeriksa tekanan ban (tire pressure), termasuk ban cadangannya.

Waktu yang disarankan adalah setiap bulan sekali. Alasannya, meskipun tidak ada kerusakan yang terlihat di permukaan, ban bisa kehilangan tekanan udara hingga 1 psi (pound per inci persegi) setiap bulan. Hal ini dapat dipercepat oleh kebocoran udara karena kebocoran yang tidak disengaja, kebocoran pada katup atau tutup katup, atau kerusakan roda.

Cek harga rental mobil Balikpapan di sini

2. Pastikan Kelayakan Tapak Ban

Agar dapat mencengkeram secara efektif, menghalau air, dan mempertahankan kendali kendaraan, ban harus masih memiliki alur tapak (tread) yang aman. Jika alur pada permukaan ban sudah menipis atau hampir hilang, ban tidak dapat secara maksimal mencengkeram jalan. Hal ini dapat membahayakan terutama dalam kondisi jalan basah atau hujan.

Untuk memastikan keamanan berkendara, pemilik mobil disarankan memeriksa keausan ban secara teratur. Caranya dengan memeriksa indicator keausan atau kedalaman tapak ban sebagai berikut;
– Pastikan mobil dalam posisi rem tangan aktif dan berada pada gigi satu (untuk jenis kendaraan dengan gearbox manual) atau parkir (untuk kendaraan jenis otomatis).
– Periksa kedalaman alur tapak utama di beberapa tempat di sekitar dan di sekitar ban, menggunakan pengukur seperti yang diinstruksikan oleh produsen kendaraan (maksimum sisa alur yang direkomendasikan adalah 1.6 mm – harus menggunakan alat pengukuran).

– Periksa indikator keausan tapak (tread wear indicator)

3. Bersihkan Batu Kerikil yang Bersarang di Ban

Kerikil kecil terselip di tapak ban seringkali tidak diperhatikan oleh pengendara. Walaupun sekilas tak terlihat berbahaya, kerikil yang terselip pada tapak ban dapat merusak ban serta membahayakan pengendara, apalagi bila ban punya pola halus atau rapat.

Pola kembang ban dirancang untuk membuang air pada bagian tengah ban sehingga daya cengkram ban di jalan basah akan meningkat. Kerikil yang bersarang pada tapak ban dapat melukai ban dan membuat korosi timbul pada serat baja di dalam ban.

Selain itu batu kerikil yang menempel akan terus tertekan ke dalam tapak ban dan menekan permukaan secara terus menerus saat roda berputar. Bila sudah demikian, lapisan ban akan rusak dan pastinya umur ban juga akan berpengaruh cenderung lebih singkat.

Terlebih batu yang bentuknya runcing dan tajam dapat membuat tapak ban mudah sobek karena batu yang terus menempel di alur ban. Ketika pengendara menginspeksi ban, pastikan untuk mengecek alur ban dan membersihkan dari batu yang tersangkut pada alur.

Cek harga rental mobil Balikpapan di sini

4. Pastikan Tutup Pentil Ban Dalam Kondisi Layak

Penutup pentil (katup angin) ban adalah salah satu bagian kecil yang seringkali tidak diperhatikan oleh pengendara karena bentuknya yang kecil. Namun penutup katup angin ini memiliki peranan penting untuk menjaga kelayakan ban dengan memastikan tekanan ban yang tepat terjaga, menghalangi kelembaban masuk ke ban, menjaga tekanan dan membantu menghalangi partikel debu yang dapat menutup pentil atau katup angin.

Seiring dengan waktu, tutup pentil dapat mengalami, penuaan dan kerusakan. Saat mengecek ban, pengendara juga dapat sekaligus melihat apakah katup angin masih dalam kondisi yang baik dan tidak terdapat kerusakan atau kebocoran untuk memastikan kelaya kegunaannya bagi ban kendaraan.

5. Kunjungi Dealer Ban Terdekat

Apabila masih tidak yakin dan membutuhkan saran professional akan kondisi ban mereka, pengendara dapat mengunjungi dealer ban ataupun tempat servis ban terdekat. Bagi para pengguna ban Michelin, pengguna dapat mengunjungi dealer atau Technic Service Station yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, pakar ban Michelin siap melayani pemilik mobil.

sumber: medcom.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *