Ikan Pesut, Lumba-Lumba Air Tawar Indonesia

Sun Bear, si Beruang Madu dari Kalimantan
September 14, 2019
4 Tips Jitu Rawat Mobil Nggak Bikin Kantong Bolong
September 18, 2019

Rajatransit, Rental Mobil Balikpapan – Indonesia merupakan negara yang kaya raya akan keindahan alam dan hayatinya. Beraneka ragam flora dan fauna yang unik dan langka masih terdapat di negara ini.

Dari timur di Pulau Sumatera terdapat Harimau Sumatera dan Gajah nya hingga bagian barat di Pulau Irian Jaya terdapat Burung Cendrawasih yang begitu indah. Dan dibagian tengah di Pulau Kalimantan terdapat hewan yang langka dan sangat sulit untuk ditemui, hewan mamalia ini bernama Ikan Pesut.

Pesut merupakan hewan mamalia yang hidup di air, tergolong mamalia unik. Berbeda dengan lumba-lumba dan ikan paus, pesut atau nama latinnya Orcaella brevirostris ini hidup di air tawar yang terdapat di sungai-sungai dan danau yang terdapat di daerah tropis dan subtropis.

Jaman dahulu Pesut ini banyak ditemui di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur yang merupakan Sub populasi dari hewan ini, sehingga ditetapkan menjadi Fauna Identitas Propinsi Kalimantan Timur. Tetapi sekarang sangatlah jarang dan berita terakir populasi dari Pesut ini tidak lebih dari 70 ekor.

Ikan Pesut ini mempunyai panjang yang bisa mencapai 2,5 meter dengan berat mencapai 130 kg. Bentuk badan Pesut hampir mendekati oval dengan sirip punggung mengecil dan agak ke belakang. Hewan ini mempunyai kepala berbentuk bulat dengan mata yang berukuran kecil. Bagian moncong pendek dan ada lubang pernafasan. Sirip punggung berukuran kecil terletak di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar, tidak ada paruh. Sirip renangnya relatif pendek dan lebar.

Paru-paru merupakan alat pernafasan hewan ini, jadi apabila akan bernafas ikan ini akan muncul ke permukaan dan menyemburkan air dari mulutnya, dan bergerak dalam kawanan kecil.

Ikan Pesut mempunyai pandangan yang buruk, tetapi hewan ini mempunyai kemampuan mengeluarkan gelombang ultrasonik untuk menghindari tabrakan dari benda benda yang berada didalam air.

Populasi Pesut Mahakam diperkirakan antara 67 hingga 70 ekor (2005). Ancaman tertinggi kelangkaan populasi Pesut Mahakam diakibatkan oleh belitan jaring nelayan. Selain itu juga akibat terganggunya habitat baik oleh lalu-lintas perairan sungai Mahakam maupun tingginya tingkat pencemaran air, erosi, dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya.

Rendahnya populasi ini membuat lumba-lumba air tawar ini menjadi salah satu binatang paling langka di Indonesia. Sehingga tidak berlebihan jika kemudian IUCN Redlist menyatakan status konservasi Pesut Mahakam sebagai Critically Endangered (Kitis) yaitu tingkat keterancaman tertinggi.
Di Indonesia sendiri, pesut Mahakam di tetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

sumber: getborneo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *