Teknik Menyalip Kendaraan dengan Transmisi Matik

5 Fakta dan Mitos Seputar Oli Mesin Mobil
September 26, 2020
5 Hal Penting Mengemudi Saat New Normal
September 30, 2020

Rajatransit, rental mobil Balikpapan – Mobil dengan transmisi otomatis (matik) memiliki karakteristik yang berbeda dengan mobil bertransmisi manual. Tentu saja ketika berada di jalanan, ada sejumlah teknik yang berbeda dan harus dipahami betul oleh pengendara.

Khususnya teknik untuk mendahului/menyalip kendaraan yang ada di depan, ada sedikit perbedaan antara mobil matik dengan mobil manual. Mengingat apabila bermanuver dengan waktu yang kurang tepat, maka bisa saja terjadi kecelakaan di jalan akibat kehilangan momentum dan mobil kurang responsif.

Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, Bambang Supriyadi, menjelaskan ada teknik sederhana untuk memaksimalkan respon transmisi matik mobil. Teknik ini bisa digunakan saat melakukan mendahului kendaraan yang ada di depan, sehingga bisa mendahului dengan mudah dan aman.

Cek harga rental mobil Balikpapan di sini

“Saat menyalip, pengemudi disarankan untuk menggeser tuas transmisi otomatis dari posisi D ke D-3. Usai mendahului, tuas transmisi bisa dikembalikan lagi ke posisi D,” ucap Bambang melalui webinar beberapa waktu lalu.

Bagi yang kurang terbiasa dengan teknik ini, akan merasakan sedikit merepotkan dan akan ada sensasi berkendara yang berbeda seperti suara mesin semakin menggerung karena putaran mesin meningkat dan kebiasaan menggeser tuas transmisi matik. Namun cara ini alangkah lebih baik dibiasakan demi kebaikan di jalan raya.

Masih Banyak yang Belum Paham Transmisi Matik

Bambang mengakui hingga saat ini masih banyak pengemudi yang belum memahami 100 persen penggunaan transmisi matik. Sehingga bagi mereka, transmisi matik kurang responsif untuk dikendarai.

“Jangan memaksakan diri. Mengetahui kemampuan mobil sendiri itu penting.”

Cek harga rental mobil Balikpapan di sini

Salah satu kesalahan yang salah ketika mengoperasikan transmisi matik adalah ketika berhenti. Banyak yang memasukan ke posisi P, padahal pengemudi cukup memasukan ke posisi N dan sebagai pengaman bisa mengaktifkan rem.

“Jangan digeser ke posisi P karena itu melewati R. Kalau lalai mobil bisa mundur,” pungkas Bambang.

sumber: medcom.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *